Perjalanan Mengikhlaskan.

Sea- seorang wanita dewasa yang sedang putus cinta, menangis tersedu-sedu dibalik selimut, menikmati luka dengan alunan lagu sederhana."Saat kau tak ada, saat kau tak disini, terpenjara sepi, tak terhitung waktu tuk melupakanmu, aku tak pernah bisa-aku tak pernah bisa" begitu kurang lebih liriknya, lagu sama yg diputar olehnya dari sejam yang lalu.Ia tersadar akan sesuatu. … Lanjutkan membaca Perjalanan Mengikhlaskan.

:)

Berkali-kali menulis,lalu hapus,kembali menulis,namun, tetap dihapus.Berbagai kalimat yang ada dikepala,menunggu giliran untuk disampaikan.Saya pikir tulisan tentang patah hati akan panjang,kenyataan sebaliknya,tidak ada kalimat yang bertahan sampai akhir tanpa hapus.Sampai ditahap ini masih mencoba,menyambung kata,meski sia-sia,setidaknya saya lega,sudah mengeluarkan keluh meski tak terbaca.

Discover New Blogs – Liebster Award!

Setelah sekian purnama akhirnya rangga kembali saya mau nulis lagi, karna kebaikan dari Risaid yang mencantumkan nama blog ini untuk mengikuti seru-seruan liebstre award, terimaksih kakak darin :*,  karna lama banget ga nulis ga tau mau gimana basa-basinya, wkkw langsung aja ya. PERATURAN: ucapkan terima kasih pada bloger yang menominasikan anda. bagikanlah 11 fakta tentang dirimu … Lanjutkan membaca Discover New Blogs – Liebster Award!

Gudeg Pawon Jogja

Holaaaaa gengs 👋 Kangen banget ama nulis blog, dan keinget malam ini sudah malam sabtu bukan malam jumat, walhasil ga jadi nulis post yg biasanya. Wkwk 😅 Kalian apa kabar? Baiik-baik dong 😉 Mau cerita dikit nih, aku ini penggemar berat gudeg jadi setiap aku ke Jogja aku usahakan untuk nyoba beberapa gudeg dari tangan … Lanjutkan membaca Gudeg Pawon Jogja

Benarkah Ikhlas Itu Ungkapan Putus Asa?

typolagi

Sejak masih kecil kita diajari untuk ikhlas.

“Sudah, ikhlaskan saja!” ujar seorang teman, saat tahu kalau saya baru kehilangan handphone lawas yang penuh dengan nomor kontak teman-teman.

“Sudah, Bu, diikhlaskan saja!” kata seorang ibu pada tetangganya, saat mendengar bahwa ipar si tetangga menjadi korban investasi bodong.

Ikhlas awalnya memiliki makna yang bagus, yakni kebersihan hati dan kemurnian niat. Sayangnya, makna yang bagus itu kini lebih terdengar sebagai ketidakberdayaan, keputusasaan, atau kebingungan mengambil tindakan yang tepat.

“Hidup memang begitu, terima saja,” begitu kurang lebih kalau kita ungkapkan.

zebra-84074_960_720 Sumber gambar: pixabay.com (https://goo.gl/gmMgBM)

Ketika kasus First Travel menyeruak dan netizen ramai-ramai membicarakan gaya hidup pemilik perusahaan itu, Andika Surachman dan Annisa Hasibuan, seseorang berkomentar di wallFacebook-nya, “Udah, sabar aja, namanya juga cobaan. Ikhlasin deh, toh mereka sesama muslim.”

Entah mulai kapan keikhlasan dipakai untuk mengunci akal sehat kita. Seolah tak ada cara lain, kini ia digunakan untuk membungkam kewarasan.

Lihat pos aslinya