Bercak Darah!

Setelah pengajian rutin di langgar yang nan jauh dari asrama..

“Nu temanin ibu dulu ya” pinta ibu pengurus.

“Iya bu kenapa?”

“Bersiin darah  nih loh nu, kyaknya ada yang tembus deh anak-anak” 

“Oh iya bu, tapi..”

“Tapi kenapa, udah kamu ambil embernya ya dikamar mandi belakang, keburu larut (malam) nu”

“Hem… “

Kenapa nu?? Kok masih disitu”

“Itu bu..”

“Yaudah, ibu temenin”

………..

“Dingin ya bu”

“Ya dingin nu, namanya juga kaki gunung”

“Anginnya kenceng banget ya bu”

“Iya nu, kan banyak pohon bambu disini, tambah sepoi-sepoi, peres nu jangan lupa”

Setelah bebersih, terjadi percakapan di jalan..

“Kamu mau bilang apa nu tadi?”

“Gak jadi bu nanti aja pas sudah di asrama”

“Nu, jangan gitu ah”

“Gak papa bu, nanti saja…”

“Nu, jalanmu kok tambah cepet sih” ibu berkata setengah berteriak

“Klo jalannya lama, lama juga sampainya bu”

“Kamu kenapa sih, biasanya juga gini”

“Bu, coba deh lihat rumah-rumah yang kita lewatin, semuanya udah tutupan, cuma ada lampu kuning depan halaman yang nyala”

“Kunuuuuuuuuu….”

Tiba-tiba kita berdua lari, sesampainya di asrama…

Teman teman bertanya “habis dari mana nu sama bu ima”

“Bersiin darah, ada yang tembus, dibelakang pintu” *neranginnya sambil ngos-ngosan parah.

Semua saling pandang..

“Kita semua sholat, nda ada yang tembus, lagian siapa juga yang duduk dibelakang pintu, ndak ada” sahut riri

Kita semua terdiam, sampai 2 hari kemudian masih tidak ada anak yang datang tamu bulanan.

67 respons untuk β€˜Bercak Darah!’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s