Cerita ftv dikehidupan nyata

Ini cerita tentang temanku, setiap yang denger cerita ini pasti bilang “ih kok ftv banget sih” tapi ini mah nyata, senyata-nyatanya, kisah ini dimulai dari…

Ada seseorang anak laki-laki yang anggap saja bernama Ata, menjalin hubungan yang biasa disebut pacaran dengan seorang wanita bernama Titik (co: Ata – ce: Titik) hubungan berjalan dengan sewajarnya, ada tengkarnya, ada romantisnya, ada lucunya, yah macam hubungan percintaan pada umumnya, sampai suatu saat si Ata mengetahui bahwa si Titik tengah sakit, dan sakitnya bukan sakit biasa, sakit parah banget, dirumah sakit terjadi percakapan antara Ata dan Titik…

Titik : Ta, ntar klo aku udah gak ada, tolong titip adikku ya, kasian dia cuma punya mbah, tolong jagain adikku kayak kamu jaga aku, sayangin dan perlakukan dia sama yang kamu lakukan ke aku ya ta, tolong ta.

Ata : iya tik, aku jagain dia, aku bakal lakuin tik..

Beberapa waktu setelah percakapan itu Titik meninggal.

Ata menepati janjinya untuk menjaga adiknya titik sesuai dengan apa yang ia janjikan kepada titik, dengan perlakuan yang sama (mereka pacaran). Waktu berlalu dan memisahkan mereka, adiknya Titik mulai menghilang, tak ada kabar di kota perantauan, si Ata dirundung kecemasan atas nasib janjinya.

Suatu waktu, si Ata dibuat jatuh cinta oleh seorang wanita sebuat saja nona, bagai pepatah pucuk dicinta ulampun tiba.. nona juga mencintai Ata, mereka berjalan tanpa kepastian sampai suatu hari nona meminta kejelasan kepada Ata….

Nona : Kita ini gimana?

Ata : Gimananya yang apa?

Noni :  Jangan pura-pura tak tau, sebenarnya kau mengerti apa yang ku tanyakan?

Ata : Dijalani sajalah

Nona : Oh ya sudah klo begitu, ndak perlu kau jemput-jemput aku lagi…

Ata : ceritanya panjang (dan ia mulai cerita ttg janji dan cintanya di masa lalu)

Nona : *terdiam*

Ata : Kalaupun kita pacaran, ayo aja aku ndak ada masalah, tapi aku mohon kebesaran hatimu untuk melepaskan aku ketika adiknya titik kembali lagi.

Nona : Trus pas dia kembali ketika aku cinta-cintanya sama kamu gimana?

Ata : Ini masalah janji non, sama orang yang sudah meninggal, aku juga ndak bisa apa-apa…

Percakapan terus berlanjut, klo ditulis panjang tapi intinya, siAta sudah tak ada rasa pada adiknya Titik, tapi dia tak bisa mengingkari janji yang sudah dibuat, disisi lain Ata juga bingung, resah, karna hal ini- setiap dia suka wanita (setelah kepergian titik dan adiknya) dia tidak bersama, tidak ada wanita yang mau menerima keputusannya (klo aku ada diposisinya si nona, mungkin juga gak bakal terima, masak udah tau gak bisa bersatu kok diterusin, eh pas udah sayang-sayangnya harus ditinggalin, sedih kan😒)

Kasian juga Atanya, sementara adiknnya Titik tak bisa dilacak keberdannya sama sekali…

Oh ya lupa jelasin, dia kan berjanji sama titik untuk menjaga adiknya seperti dia jaga titik, sedangkan dia menjaga titik sebagai pacar yang akan dijagain istri, jadi intinya janjinya itu bakal dijadiin istri gtu lah, dan Ata orangnya cenderung kaku dia tetap percaya bahwa janji yang harus ditepati adalah menjaga dan menjadikan istri

Klo ada yang mau jawab, apa yang harus dilakukan Ata? apakah dia harus mengingkari janjinya? dan apabila dia harus tetap memenuhi janjinya, sampai kapan dia harus terus menunggu? Kasian kan… 

27 respons untuk β€˜Cerita ftv dikehidupan nyata’

  1. thoriqalfatah berkata:

    Beneran ini kaya FTv banget, Ata mmg berjanji menjaga titik tapi sebagai manusia Ata juga punya keterbatasan. Keterbatasan dia dgn tidak bs melacak keberadaan titik ya tidak menyalahi janji nya, jadi Ata lebih baik mmbahagiakan diri nya dl. Hidup baru dengan wanita yg dicintainya

    Suka

  2. Gara berkata:

    Wow. Saya diam dulu sebentar. Masih takjub. Ternyata di dunia ini masih ada manusia yang menjunjung tinggi janji. Soal kisah hidup yang seperti FTV, saya rasa wajar. Bahkan sejatinya, kehidupan sehari-hari jauh lebih pelik, jauh lebih sedih, jauh lebih segala-galanya dari cerita televisi, karena itulah yang kita jalani.
    Saya dulu pernah mendengar sebuah adagium: “Ketika seseorang meninggal, maka yang penting adalah mereka yang masih hidup”. Jadi, meskipun antara Titik (may she rest in peace) dan Ata pernah ada janji apa pun, saya tidak merasa akan adil bagi Ata kalau harus mengorbankan dirinya untuk janji dengan Titik, apalagi pada adik Titik, yang entah di mana keberadaannya sekarang (dan entah juga apa dia tahu soal perjanjian ini atau tidak).
    Tapi supaya hati tenang, memang adiknya Titik ini harus ditemukan dulu, sih. Sisanya balik lagi ke Ata sendiri. Kalau dia punya cinta ke adiknya Titik yang sama seperti cintanya ke Titik, dan sebaliknya pun begitu, ya sudah. Tapi kalau tidak, yah… jalan keluarnya pasti akan ketemu di antara mereka. Saya cuma bisa kasih pendapat, sisanya mereka yang akan memikirkan.

    Maaf respons ini kepanjangan.

    Suka

  3. Diptra berkata:

    Pake perumpamaan nih ngejawabnya.

    Si Ata berjanji kepada Titik untuk menjaga adiknya seperti menjaga Titik. Ata berhenti menjaga Titik ketika Titik meninggal. Adiknya menghilang tanpa jejak, maka Ata sudah menunaikan janjinya kepada almarhumah Titik.

    Gitu kalo dari aye Nu jawaban pake logika dingin

    Disukai oleh 1 orang

  4. sinyonyanyablak berkata:

    Kyny lebih pelik drpd FTV, klo FTV paling ceritanya sopir angkot ditaksir cewek kaya, super klise hehehe..

    Klo aku jd Ata sih bakal ngelakuin yg bs bikin aku bahagia aja, krn percuma nepatin janji tp bikin tersiksa, toh yg dijanjiin juga entah kemana.

    Suka

    • kunudhani berkata:

      Huahaha bener sih kak πŸ˜„πŸ˜„

      Makasih sarannya kak 😚, ntar ku suruh dia lebih bahagia jalanin hidup, toh adiknya sudah tak diketahui keberadaannya πŸ˜„πŸ˜„

      Suka

  5. ysalma berkata:

    Benar2 FTV di dunia nyata. Sutradaranya kehidupan ya Nu.
    Sepakat dengan saran2 diatas, kalau Ata dan adiknya Titik tak saling ada rasa, apalagi sudah terpisah lama, janji itu sudah lunas. Yang mengikat janji kan hati dan yang mengingkarinya kata-kata *halah*

    Disukai oleh 1 orang

    • kunudhani berkata:

      Iya kak sal, aku awalnya kaget kok ftv banget tapi ini lebih drma.. hahha
      Iya saran beliau-beliau membantu sekalih 😊😊 klo hatinya tak bersatu mau digimanain πŸ˜„

      Suka

  6. Desfortin berkata:

    Yap ftv banget, hehe….

    Klau menurutku sih, Ata jaga adik alm. TITIK sewajarnya aja. Emang disuruh ampe dijdikan istri ya? Nggak kan?

    Jd, gak usah risau, aplg klau adiknya Titik skrg gak tahu dmna rimbanya.
    Atau, bisa juga si Ata pergi k mkamnya Titik, dan berkata-kata kpd Titik di dlm roh, maksudnya kata2 yg perlu, agar beban rasa bersalah itu setidaknya bs berkurang; bgtu kan kebiasaan org timur?πŸ˜…

    Oke, itu ajah komenku, mbak Kunu.

    Suka

  7. efidrew berkata:

    My cold response: pacaran adalah dosa. Ngapain juga janji ketika pacaran dipegang, gombal kabeh iku. Yang bener itu kalo ada yg ngajak married, itulah yang duluan serius. Menikah itu ibadah, maka segerakan. (Ortu banget jwabannya yak) πŸ˜€ Bilangin temen suruh cepat istikhoroh and decide pake bismillah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s