Perjalanan Pertama

Setelah kunjungan terakhirku ke pondok hanya sekedar melihat-lihat kamar dan asrama, aku ke pondok lagi tapi kali ini lebih lama, aku ke pondok untuk MOS, jadi sistemnya pondokku saat itu adalah… pendaftaran (membayar biaya pendaftaran + biaya matrkkulasi )πŸ‘‰ anak akan mengikuti MOS πŸ‘‰ setelah selesai MOS penetapan kelas, dan persetujuan terakhir ( jadi setelah mos klo ada yang gak berkenan boleh buat berfikir kembali) πŸ‘‰ untuk yang tetap melanjutkan akan diadakan ritual penyerahan anak ke pihak pondok (dan pengurusan tetek bengek tentang administrasi) πŸ‘‰ mulai mondok deh..
Sesuai prosedur aku harus mengikuti MOS yang kurang lebih 10 hari, dan ini adalah perjalan pertamaku tanpa keluarga, sebelum hari itu aku tak pernah berpergian jauh tanpa didampingi keluarga, oh ya MOSnya dilakukan di daerah mojokerto yang memiliki jarang kurang lebih 1.59 menit 30 detik dari rumahku 😝 10 hari tanpa keluarga ditempat jauh dari rumah, pengalaman pertama banget deh, karna ini pengalaman pertama sudah dipastikan banyak dramanya dong yaaa πŸ˜‚πŸ˜‚

Drama 1 : Malam sebelum keberangkatan aku mengalami mules hebat akibat kecemasan parah, aku nangis terus, sampai besok paginya mataku mendol gede kyak orang habis dihajar, ibu sampe bingung pagi-paginya, ngopres pakai bahan apapun biar kempes, biar sore waktu berangkat sudah kempes πŸ˜„

Drama 2 : mbah maksa nemenin cucunya, udah nyiapin baju yang mau dibawa, udah beli kerudung pula (mbah ku ndak krudungan), udah siap siap lah intinyaa πŸ˜‚

Drama 3 : bapak mendadak melow dan ga tegaan, jadi pas aku nangis terus dikamar sampe sesegukan, bapak nyamperin terus meluk erat lama banget, klo emosi ibu tetap seperti sebelumnya (menguatkan diri dengan cara yang beda) 

Drama 4 : adikku gak mau makan 2 harian bentuk protes kedua orang tua karna aku tetep diberangkatin mondok.

Drama 5 : Ainun nyusul hari ke 5, jadi 5 hari pertama aku harus cari teman baru biar gak nangis aja di pondok.

Setelah sekian banyak drama mendera, aku tetap bergerak menuju  gerbang rumah untuk berangkat ke pondok utama, disana kita akan berkumpul bersama, berangkat bersama menuju mojekerto dengan elef/bison/airbus/bis kecil. Dikendaraan teteup nangis mulu, sampai akhirnya ibu gak kuat juga, ibu ikut nangis!

Ratusan anak berkumpul di lapangan bersama orang tuanya, menunggu namanya dipanggil dan berangkat menuju mojokerto dengan mobil yang disediakan oleh pihak pondok.

Kunudhani” 

“Saya pak”

“Bis 8 ya”

Sampai didepan pintu bis mini, ibu dan bapak mengantarkanku, barangku sudah ada di dalam bis, aku adalah anak terakhir yang dipanggil dibis 8, jika aku naik maka bis berangkat, aku belum siap saat itu untuk naik, dengan air mata yang bercucur deras, aku memeluk ibu dengan kuat, aku memohon terakhir kalinya kepada bapak dan ibu agar aku tidak berangkat, namun sayangnya gagal, ibu hanya mengelus kepalaku dan tersenyum dengan mata berkaca-kaca, sampai datanglah pengurus, dengan suara lembut mengajakku naik,

Anak manis, naik yuk, sudah ditunggu temannya”

Aku tidak menjawab, kuusap air mataku, aku naik bis, aku duduk, melihat keadaan dalam bis, semua anak menangis, bahkan ada yang lebih parah dariku.

Bis berangkat, semua anak mencari orang tuanya dari balik kaca bis, tak terkecuali aku, kulihat senyum bapak dan ibu sembari melambaikan tangan, semakin jauh, semakin kecil, suara tangis semakin kencang, tak ada yang bisa kulakukan lagi selain berhenti menangis, dan mencari teman.


Iklan

69 thoughts on “Perjalanan Pertama

  1. Desfortin berkata:

    Mbak Kunu, maaf, mungkin typo, judulnya itu “Perjalan”, “Pejalan” atau “Perjalanan”? Maaf, ap sy aja yg emang gagal paham?πŸ˜‡πŸ˜‚

    Pnglman prtma kli pergi utk mondok-MOS, punya ksan tersendiri yg sulit terlupa ya… sampe 5 drama lg, πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

    • kunudhani berkata:

      Mas rudi, terimakasih banyak sudah diingatkan 😊 bahkan aku juga nfa sadar judulnya salah, cuma lihat isinya doang tryta judulnya salah πŸ˜…πŸ˜…
      Iyaaa, pengalaman prtma yg penuh drma bakal keingat trus πŸ˜„

      Disukai oleh 1 orang

  2. Nur Irawan berkata:

    aku dulu saat awal kakakku mondok, duniaku terasa sepi,
    padahal sering juga kita beradu mulut bahkan saling menyalahkan saat berada dirumah.
    tapi disaat ditinggal, rasanya ada yang hilang, bahkan aku kebingungan tinggal dirumah sendiri..

    Suka

  3. audris berkata:

    Jadi inget aku dulu diancem bakal dimasukin pondok. Tapi aku seneng gak dimasukin, entah mungkin orang tua juga ga rela melepas anak tunggal mereka jauh-jauh. Kalo aku hilang, gak ada cadangannya wkwk:))

    Suka

  4. Tya berkata:

    Aw gini ya. Dijalanin berat bener, diinget2 bikin mellow kangen. Diulang? Ah jelas emoh lah jungkir balik lagi. *lalu kejadian lagi utk drama hidup lain*

    Suka

  5. erickaregy berkata:

    omahmu nang endi se nduk? kok sampe 2 jam hahahaha .. sik adoh omahku kalo ke mojokerto :D, hmm kamu nulis buku aja kunu .. tentang pondokan versi cewek, sekuwel nya A. Fuadi he he he sukses ya

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s