Saya dan Krupuk

Krupuk adalah salah satu penemuan terbaik yang pernah dibuat manusia menurut saya, mau apapun bentuknya, seberapapun gedenya, gimanapun rasanya, saya suka.. bahkan sangat suka ❀ terlalu bohong bila saya akan berkata saya tidak bisa makan klo tidak ada kerupuk, saya masih bisa makan tanpa kerupuk kok, tapi tidak banyak, dan tidak berniat nambah πŸ™‚
Tapi dahulu kalimat tersebut (πŸ‘†) tak berlaku, dahulu saya amat sangat membenci krupuk, kebencian itu semakin menjadi jadi ketika ikut embak beli kerupuk disebelah rumah, ketika sedang membeli krupuk ada seseorang yang tak saya kenal berkata pada saya “jangan makan kerupuk, nanti kamu bakal terbang terus gak bisa balik lagi lohh” karna saat itu saya masih sangat kecil, juga lagi suka sekali  sama cerita ibu peri yang bisa terbang, saya percaya hahhaπŸ˜… apalagi klo lihat kerupuk yang dicelupin dikuah, dari krenyes, terdengar bunyi nyess, berubah jadi klenyer-klenyer, dan meng-iyuh kan😌

Tapi semua berakhir sudaaahπŸ˜„, semenjak emak dapur pondok membawa makan siang dengan jumlah ikan yang sangat sedikit sekali, walhasil saya yang datang belakangan untuk mengambil nasi hanya kebagian kuah soto + gubis, tanpa ayam suir, tak ada kenikmatan yang didapat bila tak melakukannya dengan cinta, mungkin kata tersebut sangat cocok bila dihubungkan dengan masakan emak pondok yang sering sekali hambar, rasa kuah soto yang sama sekali tidak asin, bisa dibilang seperti air putih cuma bedanya ini berwarna kuning, apakah bisa saya memakannya? Tentu tidak, tapi karna saya sangat lapar saya bergegas ke kantin, membeli garam dan pengganti lauk, sayangnya tak ada apapun yang dapat dijadikan pengganti lauk, selain krupuk. Kembali ke samping kamar (ruang makan) kutaburkan sedikit garam, dan memulai makan soto yang tadinya hambar, berlauk kerupuk, saya singkirkan segala ke-iyuuhan terhadap kerupuk, diluar dugaan saya, saya dibuat jatuh cintaπŸ’• digigitan pertama olehnya πŸ˜…

Nenek saya pernah berkata,

Kamu harus memaksakan dirimu untuk melakukan apa yang kau takuti, sebelum keadaan yang akan memaksamu.

Sebetulnya, tulisan ini terinspirasi dengan teman saya, dia seseorang yang sangat tidak suka dengan ceker, atau kepala, jangankan makan, diceritain tentang betapa nikmatnya ceker, udah menggeliat-menggeliat, teriak-teriak dan berkata tidak…. alasan dia tidak suka? Karna dia pernah melihat ayam zombie yang berjalan kearahnya, terkadang saya ingin memaksa dia memakan ceker atau kepala, tapi jangankan dipaksa makan, kalaupun saya harus makan ceker didepannya, dia akan berlari terlebih dahulu menjauhi saya, dan mendekat ketika saya sudah selesai makan, mungkin dia tidak akan membaca tulisan ini, tapi bila dia tak sengaja membaca, cobalah untuk memakan ceker, karna ceker enak sekali, ketika kau memakannya, kau akan ketagihan πŸ˜‚πŸ˜‚

Iklan

137 thoughts on “Saya dan Krupuk

  1. Ikha berkata:

    Cekeeer… ayam. 😍😍
    Kalau kepala ayam, aku sudah suka sejak kecil mbak. Pasti tiap nyembelih ayam cuma minta bagian kepala.
    Sama kerupuk suka sih, tp ga selalu suka. Tergantung mood.😒

    Disukai oleh 1 orang

  2. Nur Irawan berkata:

    enak sekali 😍😍
    apalagi kalau di kasih bumbu sedikit pedas, jadi lebih terasa saat ngerakotinya, hahaha
    kalau kerupuk, suka.. tapi kalau pas makan, lebih sering lupa. baru saat habis makanannya (nasi) baru keinget dengan kerupuknya hahahah πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

  3. Firman berkata:

    Wajar sih kalau dia nggak suka kepala, sayapun juga. Gimana bisa makan sambil dipelototin ama sepasang bola mata.

    Tapi kalau kerupuk sm ceker saya suka, apalagi kalau cekernya empuk dan bisa dimakan habis tak bersisa.

    Disukai oleh 1 orang

  4. shiq4 berkata:

    Kehidupan anak pondok memang kadang menyedihkan jika berurusan dengan makanan wkwkw….. Tapi ntar enaknya pas dijenguk atau pulang akan mendapatkan nikmatnya makanan yg layak πŸ˜€ seharusnya teorinya begitu hukum alamnya.

    Disukai oleh 1 orang

  5. ysalma berkata:

    Saya dulu termasuk yg kurang suka kerupuk sebagai teman makan, tapi hanya buat digado terpisah. Sama ceker jg sempat geli. Tapi, krn terbiasa ngelihat yang makan keduanya kok nikmat banget, akhirnya ikutan nyoba. Suka, belum level doyan πŸ™‚ .

    Disukai oleh 1 orang

  6. rizzaumami berkata:

    Ngomongin suka gak suka. Aku gak suka buah, dan hanya makan buah-buah tertentu. Aku bahkan pernah bikin posnya, tentang Carpophobia, phobia terhadap buah. Aku phobia nya sama kulit rambutan, huhu.

    Disukai oleh 1 orang

  7. Desfortin berkata:

    Ternyata Kunu pnggemar kerupuk ya, hee…sulit kalau bwa Anda k warung makan yg gak ada kerupuknya kalau gitu..

    Oya, sya merasa unik dg klimat yg ini, entahlah, kesannya keren, “… diluar dugaan saya, saya dibuat jatuh cintaπŸ’• digigitan pertama olehnya πŸ˜…”

    Ujung2nya, gara2 ceker, wkwk…

    Disukai oleh 1 orang

  8. masHP berkata:

    Dulu aku juga gak suka pare, gak suka jengkol, gak suka terong…
    tapi semua itu terbalik saat usia menginjak dewasa, karena pergaulan dan percobaan pertama. Sama. πŸ™‚

    Waktu kecil dulu juga suka ditakut-2i macam ini : “jangan makan kerupuk, nanti kamu bakal terbang terus gak bisa balik lagi lohh” … tapi waktu itu kalau suka makan jambu kelutuk atau sawo, dibilang bijinya jangan ditelan ya.. ntar numbuh di perut daunnya keluar di kepala .. hiiiiii. ” Dasar bocah, waktu itu takut sekali karena percaya begitu saja. hehehe

    πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

  9. Goda-Gado berkata:

    klo di Solo ada beberapa sebutan yg berbeda utk menyebut β€œmakanan yang dibuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak dijemur agar mudah digoreng” (=definisi kerupuk di KBBI).

    1. Kerupuk = biasanya bentuknya bundar/kotak warna kuning atau putih
    2. Ceriping/Keripik = kerupuk yg dibuat dari kentang, ubi kayu, pisang dll
    3. Karak = kerupuk dr nasi/beras
    4. Rambak = kerupuk dr kulit sapi yg dikeringkan lalu digoreng
    5. Emping = kerupuk dr mlinjo

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s