Bahagia??

Diawal tulisan ini aku mau buat pengakuan klo aku sebenarnya tidak terlalu paham apa definisi bahagia itu, jadi untuk meneruskan tulisan ini aku butuh refrensi agar aku paham definisi bahagia,  jadi menurut KBBI bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan).  Definisinya teryata  sederhana ya, sama seperti pikiran ku waktu masih kecil tentang definisi bahagia  klo aku gak sedih ya berarti aku lagi senang (bahagia), tapi semakin kemari definisi bahagia tidak sesederhana itu buatku, cukup rumit, dan aku sampai melewati berbagai kejadian, melakukan banyak hal terlebih dahulu yang mungkin bisa juga dianggap sebagi kesalahan, kemudian baru aku mengerti apa definisi bahagia versiku, itupun sampai saat ini  aku terus mencari apa definisi bahagia yang memang “bahagia”.

Banyak hal sederhana yang bisa bikin aku bahagia, tapi ditulisan kali ini aku mau cerita lumayan  panjang tentang menemukan bahagia  yang  sebenarnya sederhana tapi aku membuatnya menjadi rumit, oke aku langsung cerita aja ya….

Jauh sebelum aku sadar mengenai tentang apa yang aku mau, aku merupakan seseorang yang sangat latah dan suka ngikutin oramg lain (jujur ini) aku melakukan banyak hal karna melihat lingkungan sekitar atau melakukan seuatu hal karna tuntutan lingkungan, bukan karna diri sendiri…

Contoh sederhananya…

“Li, ini baju bagus ndak?”

“kamu mau beli itu nu?” tanyanya

“iya” jawabku singkat

“Nu… model kayak gitu udah gak jaman nu, sekarang nih yah model yang lengannya lebar”

“oh gitu ya”

“iya, jangan kayak orang dulu ih bajunya, ikutin tren dong nu” rayunya

“tapi aku gak suka”

“udah beli ntar lama-lama suka, biar fashionabel (maafin klo nulisnya salah)  gtu loh nu” paksanya

“oh oke”

Jadi ambil barang dan kemudian bayar di kasir meskipun aku tidak suka barang tersebut, dua kali pakai  tak selang beberapa lama ada  model baru lagi…

Itu adalah contoh kecil, masih banyak contoh yang berefek besar buat aku karna klo diceritain disini kepanjangan jadi itu aja contohnya ya, hahah 😀 dulu aku mewajari semua hal yang aku lakukan, aku melakukan pembelaan terhadap diriku sendiri seperti ini contohnya, ketika  beli barang yang lagi jaman, teryata gak kepake dan kemudian aku berfikir “sayang sih emang sama uangnya, tapi klo gak nyaman masak mau dipake, tapi gak papa deh dikasihkan orang bisa  bermnafaat kemudian aku ulangi lagi dengan membeli barang bukan karna butuh kemudian muncul  pikiran itu lagi  *klo gak dipakai bisa dikasiin orang kan ya*” banyak pembelaan karna mencoba menutupi penyesalan karna banyak hal yang berakhir sia-sia, setiap penyesalan itu membuat aku gak tentram dan menurut KBBI klo aku gak tentram berarti aku tidak lagi bahagia, berarti selama ini aku gak bahagia dong? Bisa jadi ahahaha 😀 *tanya sendiri, jawab sendiri, hal itu terus aku ulangi sampai di suatu keadaan yang mempertemukan aku sama teman lama yang akhirnya ketemu lagi setelah bertahun-tahun putus komunikasi, aku belajar banyak hal dari dia, oh ya aku masih mengingat percakapan  pendek yang membuatku menemukan salah satu  makna bahagia menurutku,

“kamu gak capek?” tanyanya

“capek kenapa?” aku bertanya balik

“gak jadi diri sendiri?”

“ha? Mksudnya gimana ya?” tanyaku tak mengerti arah pembicaraanya

“setiap aku tanya, kenapa kamu beli ini, kenapa kamu kesini, kenapa kamu begini, jawabanmu klo gak *kata teman bagus atau ini lagi musim*, maaf ya nu aku harus ngomong gini soalnya, aku gak suka sama jawabanmu klo terus ngekor orang lain, oke klo kamu kamu emang suka barang A misalkan, yaudah beli aja walaupun lagi hits, jaman atau apalah, tapi pastikan kamu butuh, itu bisa dipakai, kamu nyaman, pokoknya aapun yang kamu lakukan harus ada hasilnya, jangan ngelakuin sesuatu yang gak ada hasilnya, jangan lakuin apa yang kamu gak suka, lakuin sebahagiamu aja, terserah orang mau ngomong apa, mau kamu ngelakuin sebagus apa juga pasti ada aja yang gak suka, yang penting kamu gak ngelanggar aturan Agama, negara, norma di masyarakat dan gak ngecewain orang lain, lakukan aja apa yang buat kamu senang, berkreasilah sama dirimu sendiri, jadi aja dirimu sendiri bodo amat sama orang yang bilang kamu kudet, kamu berpenampilan kampungan atau apalah, hidup cuma sekali lakuin aja yang pengen kamu lakuin, coba bebasin dirimu” jelasnya panjang lebar

Setelah pembicaraan itu aku terus berfikir, apakah selama ini aku benar-benar bahagia dengan apa yang aku lakukan, dan sejak saat itu aku mencoba menjadi diriku sendiri, mengemukakan apa yang aku pikirkan, memakai karna aku nyaman, membeli karna aku butuh, melakukan sesuatu yang aku mau, menunjukkan diriku sendiri, bukan diri org lain yg ada di aku,  oh ya menjadi diri sendiri bukan berarti tidak mau mempedulikan lingkungan sekitar ya, jadi diri sendiri tetap mempedulikan tentang perubahan jaman, dan  lingkungan sekitar tapi yang membedakan adalah memaknai  dan menyikapi perubahan tersebut dengan cara ku sendiri, tetap mendengarkan nasehat dan kritik orang lain, karna gak selamanya yang dimau diri sendiri itu selalu benar, karna menjadi diri sendiri bukan berarti tumbuh menjadi orang egois.

Yaps, salah satu definisi bahagiaku adalah menjadi diri sendiri dan teryata setelah melakukannya sekian lama aku nyaman dengan hal ini, klo orang lain bilang ini itu sudah di tahap “yaudahlah, terseralah orang lain mau nilai kyak gimana, toh aku gak ngerugiin mereka”, klo ada pertanyaan “mengapa jadi diri sendiri mampu membuat bahagia?” karna menurutku jadi diri sendiri salah satu cara untuk mencintai diri sendiri, dan mencintai diri sendiri mampu membuat bahagia, semua yang aku tulis ini 100% pendapat dan pengalaman pribadi, semua orang boleh setuju dan tidak, tidak ada niatan untuk menyudutkan atau menyindir siapapun di tulisan ini, klo ada yang salah di tuliasan  ini mohon maaf yang sebesar-besarnya, terimaksih telah membaca 🙂

Oh ya, tulisan ini diikutsertakan dalam lomba giveaway #MengejaBahagia oleh mas Slamet Parmanto  dan mbak Rifa Roazah 😉

#MengejaBahagia

#MaknaBahagia

 

 

 

 

 

 

Iklan

94 thoughts on “Bahagia??

  1. Ikha berkata:

    Menjadi diri sendiri 🙌

    Tulisan ini mengingatkanku pada
    kata-kata seorang teman kuliah : kita tidak pernah berhutang penjelasan apa-apa atas pilihan yang kita pilih.

    Jadi ketika jadi diri sendiri orang lain tidak terima, ya itu kita ga salah kok.

    Semoga bahagia selalu 🙌

    Disukai oleh 3 orang

  2. imavandam berkata:

    Sangat menarik dan aku setuju dg nasehat temanmu untuk jadi diri sendiri 😍 bahagia menurutku jg di mana kita merasa damai dan tentram serta merasa cukup…sejatinya yg dibutuhkan manusia itu hanya 3 (sandang, papan dan pangan) namun manusia banyak maunya lebih dr 3 hal tsb. Dan kamu benar…beli yg kamu butuhkan bukan yg kamu inginkan. Krn apa yg kita inginkan kadang bukan yg kita butuhkah 😇 semoga bahagia dan selamat beribadah puasa 😇

    Disukai oleh 1 orang

  3. D. Y. F berkata:

    Saya setuju, walaupun menjadi diri sendiri juga bukan perkara yang mudah. Jangankan menjadi diri sendiri, untuk menemukan siapa sebenarnya diri kita aja butuh waktu yang tidak sebentar.

    Disukai oleh 1 orang

  4. shiq4 berkata:

    Iya semoga terus berlanjut menjadi diri sendiri dan lebih mengenal diri sendiri. Klo sudah mengenal diri dengan baik, kehidupan pasti lebih membahagiakan lagi 😀

    Disukai oleh 1 orang

  5. Suci Su berkata:

    Bahagia ya jadi diri sendiri. Aku hanya bisa jadi diri sendiri di hadapan beberapa orang. Kebanyakan pakai topeng kadang bikin secara gak sadar pakai topeng lagi kalau merasa terancam. Gak tahu deh mbak. Lelah sebenernya.. 😥😥😥
    Apa aku generasi penerus Saras 008 yak? Pakai topeng buat pengaman. 😟

    Disukai oleh 1 orang

  6. destini berkata:

    Be yourself. Sepertinya simple tapi untuk menerapkan di kehidupan nyata kadang susah juga 😂😂😂 karena yang namanya manusia pasti punya pemikiran “what the other people think about me?”. Jadiiii menurutku sih lekaslah menemukan “rumah” yang bisa membuat nyaman. Kalau udah nyaman pastinya bisa jadi diri sendiri. Kalau udah jadi diri sendiri maka bahagia akan menghampiri #tjiyeee 😳😁😁

    Disukai oleh 1 orang

  7. ysalma berkata:

    Membaca ini, aku jadi ikutan mikir, “apa aku bahagia? walau tahu bahagia itu sedekat urat nadi, tapi masih terus diburu” *halah, lebaynya kumat*
    Sukses di GA nya ya Nu *percaya kalau Kunu bahagia saat dekat lelakinya ituh 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s