Acara dan Pawang Hujan

Pada suatu pagi menjelang siang… ..

Akuย  datang ke acara pameran yang diadakan oleh fakultasnya adikku, sebagai bentuk dukungan dari sosok kakak yg berusaha jadi baik ๐Ÿ˜›

Singkat cerita aku sampai di lokasi pameran..

Karna acaranya cukup menarik, walhasil aku tertarik untuk melihat-melihat kegiatan yg diselenggarakan disana, saat aku lagi seru lihat-lihat tiba-tiba ada sesorang lelaki yang nyamperin aku dan tersenyum ke arahku, hahaha *GR*

“Haii mbak” dy menyapa dengan ramah

“oh kamu, hay juga” balasku

“ngapain kesini mbak, ngawasin adiknya ya, dy lg sibuk nge-mc tuh kak, tapi tenang dy aman kok sama aku” teryata dy bisa ngajak bercanda juga.

“oh nggak kok, aku kesini untuk ya….ย  biasalah mengapresiasi hasil karya anak bangsa” jawabku sombong ๐Ÿ˜›

dan percakapan berlangsung seputar acara ini, saat kita sedang asik ngobrol tiba-tiba..

“kak aku tinggal sebentar boleh”

“oh iya silahkan”

yaudah aku lanjutin muter-muter ngelihat pameranya, eh ketemu lagi sama gebetanya kembaranku yang beda tahun.

“maaf mbak tadi aku tinggal, soalnya aku panik, mendung sih!”

“iya gapapa kok, santai aja dek”

“barusan aku tadi nyamperin pawang, eh teryata pawangnya ketiduran pantes daerah sekitar sini kelihatan mendung, hehe” dy cerita dengan penuh semangat

“kamu percaya kyak gitu?” aku teryata bisa kaget.

“iya, emang klo dikampus mbak ada acara gak pernah kyak gini?”

“setahuku sih enggak ya”

“lah klo acaranya di luar ruangan apa gak takut kehujanan, ntar klo kehujanan gagal acara yg udah disiapain berbulan-bulan”

“selama ini sih aku sama temenku ngambil gampangnya aja, klo musim hujan wajib pakai ruangan, baru klo kemarau boleh diruangan atau luar ruangan”

“oh gitu ya mbak, heheh”ย 

Semuanya memang tergantung kepercayaan :)), terimasih bagi yang sudah baca:))

Iklan

21 thoughts on “Acara dan Pawang Hujan

  1. azizatoen berkata:

    Wkwk jadi inget cerita temen soal pensinya. Katanya waktu pensi datengin pawang, eh pas pawangnya pergi makan, sama orang nggak sengaja keinjek sesajen/dupanya, terus jadi hujan…
    Aku sebagai orang yang nggak percaya ngakak aja sih kak pas dengerin, lumayan untuk hiburan wkwkwk ๐Ÿ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

  2. Gara berkata:

    Kalau di Bali (dan Lombok juga, sih), untuk masyarakat yang beragama Hindu, setiap akan ada acara hajatan besar, pasti ada ritual penolak hujan sih itu Mbak, haha. Eh disebut ritual juga sebenarnya tidak tepat, jadi ada doa khusus supaya hujannya bisa “ditembak”, istilahnya, jadi batal hujan. Dan akhirnya betulan tidak jadi hujan ya. Entah karena ritual atau karena orang, tapi saya lebih memilih beranggapan bahwa doa itu dikabulkan, jadi Tuhan mengizinkan acara itu berlangsung, tanpa hujan, hehe.

    Disukai oleh 1 orang

    • kunudhani berkata:

      iya mas gara, malah denger-denger ada sekolahnya loh, biayanya juga ndak murah, dan teryta profesi ini juga lumayan yang meminati ๐Ÿ˜€
      iya mas, ntah gimana caranya, pakai ilmu apa, tapi aku stuju banget sama mas, mngkin doanya orang-orang dikabulkan Tuhan ๐Ÿ™‚

      Suka

  3. bersapedahan berkata:

    pawang hujan .. percaya ga percaya ya …
    tapi ada adik temanku yang jadi pawang hujan … dan ga murah pula bayarannya.
    kalau musim hujan besar … dia akan di bantu oleh pawang2 lain, katanya tugasnya memecah awan

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s